Welcome To My Blog



˚ Kenapa Harus Sibuk Mencari Yang SEMPURNA, Jika Yang SEDERHANA saja bisa Membuat Kita Menjadi SEMPURNA ˚


Aku mencintainya, tanpa melihat kata "SEMPURNA" |Aku mencintainya dengan segala kesabaran dan keikhlasan hatinya | Aku mencintainya dengan melihat agamanya,bukan fisikalnya | Aku mencintainya dengan sebentuk cinta yang ku punya | Aku mencintainya,tanpa melebihi rasa cintaku padaNYA | Aku mencintainya tidak melihat kelebihannya | Aku mencintainya karena kekurangan yang ia miliki | Ku Mencintainya Dan ku ingin Menyempurnakan Hidupku Kelak Bersamanya :)



˚ Yuli Nyu' Zhee Fajrianda˚ڪے~


Minggu, 05 Mei 2013

♪♬ Kesendirian dan Musik ♪



Ada saatnya saya hanya butuh kesendirian & Musik ♬♪ 

"KESIBUKAN Mu Terlalu mengekangmu. Sampai kau Lupa akanku"


Saya menulis ini bersama rasa sakit yang tidak benar-benar kamu pahami. Saat ini saya menatap laptop dengan wajah masam, berujung pada perasaan yang tidak berhasil kau tebak. Mengertikah kamu, perjuanganku juga butuh kepedulianmu?


Entah karena kau terlalu bodoh untuk menilai atau terlalu egois untuk memaklumi. Saya mencoba sabar menghadapimu. Saya berusaha bertahan, berusaha mempertahankan yang harusnya saya lepaskan. Saya sudah menunggu sangat lama, mengharap pengertianmu menderas ke arahku. Tapi, hal itu tak kunjung kutemui. Kamu masih begitu, dengan omonganmu, dengan tingkahmu yang tak berubah.

Apakah kesabaran dan perjuangan yang kulakukan benar-benar tak terlihat di matamu? Kau mengetahui segalanya kan? Mengapa hanya diam dan bisumu yang selalu kudapati di hari-hari kebersamaan kita?

Saya ketakutan dan kedinginan sendirian. Kamu tak pernah ada di sini saat saya butuhkan. Saya juga tak paham lagi, pantaskah kebersamaan kita terus saya perjuangkan? Pantaskah sosokmu selalu ku pertahankan? Jika yang kudapatkan hanya pengabaian, ketidakpedulian dan kebohongan; bagian manakah yang bisa memberi kebahagiaan?


Kamu jauh di sana, tak banyak yang kaulakukan selain mengirim pesan singkat atau menyapamu dari ujung telepon. Tak banyak yang bisa kita lakukan selain saling merindukan. Rasa perih itu semakin membesar, membentuk luka yang mungkin sulit sembuh. Semakin sering tak melihatmu, ketakutanku di sini semakin menebal.

Perlukah saya membandingkan kamu dengan pria-pria lain yang lebih pandai meluangkan waktunya untukku, daripada sedikit waktu yang kau luangkan untukku? Kamu tak pernah peduli pada sakitku, perihku, dan sedihku. Kau biarkan saya menyelesaikan segalanya sendirian. Inikah wujud kepedulian yang selalu kau ributkan denganku? Mana kepedulianmu? Mana kehadiranmu? Kosong!

Jangan bilang rindu, jika kautak bisa ke sini untuk buktikan perasaanmu.