Ada saatnya saya hanya butuh kesendirian & Musik ♬♪
"KESIBUKAN Mu Terlalu mengekangmu. Sampai kau Lupa akanku"
Saya menulis ini bersama rasa sakit
yang tidak benar-benar kamu pahami. Saat ini saya menatap laptop dengan wajah
masam, berujung pada perasaan yang tidak berhasil kau tebak. Mengertikah kamu,
perjuanganku juga butuh kepedulianmu?
Entah karena kau terlalu bodoh untuk
menilai atau terlalu egois untuk memaklumi. Saya mencoba sabar menghadapimu. Saya
berusaha bertahan, berusaha mempertahankan yang harusnya saya lepaskan. Saya sudah
menunggu sangat lama, mengharap pengertianmu menderas ke arahku. Tapi, hal itu
tak kunjung kutemui. Kamu masih begitu, dengan omonganmu, dengan tingkahmu yang
tak berubah.
Apakah kesabaran dan perjuangan yang
kulakukan benar-benar tak terlihat di matamu? Kau mengetahui segalanya kan?
Mengapa hanya diam dan bisumu yang selalu kudapati di hari-hari kebersamaan
kita?
Saya ketakutan dan kedinginan
sendirian. Kamu tak pernah ada di sini saat saya butuhkan. Saya juga tak paham
lagi, pantaskah kebersamaan kita terus saya perjuangkan? Pantaskah sosokmu
selalu ku pertahankan? Jika yang kudapatkan hanya pengabaian, ketidakpedulian
dan kebohongan; bagian manakah yang bisa memberi kebahagiaan?
Kamu jauh di sana, tak banyak yang
kaulakukan selain mengirim pesan singkat atau menyapamu dari ujung telepon. Tak
banyak yang bisa kita lakukan selain saling merindukan. Rasa perih itu semakin
membesar, membentuk luka yang mungkin sulit sembuh. Semakin sering tak
melihatmu, ketakutanku di sini semakin menebal.
Perlukah saya membandingkan kamu
dengan pria-pria lain yang lebih pandai meluangkan waktunya untukku, daripada
sedikit waktu yang kau luangkan untukku? Kamu tak pernah peduli pada sakitku,
perihku, dan sedihku. Kau biarkan saya menyelesaikan segalanya sendirian.
Inikah wujud kepedulian yang selalu kau ributkan denganku? Mana kepedulianmu?
Mana kehadiranmu? Kosong!
Jangan bilang rindu, jika kautak
bisa ke sini untuk buktikan perasaanmu.
