Welcome To My Blog



˚ Kenapa Harus Sibuk Mencari Yang SEMPURNA, Jika Yang SEDERHANA saja bisa Membuat Kita Menjadi SEMPURNA ˚


Aku mencintainya, tanpa melihat kata "SEMPURNA" |Aku mencintainya dengan segala kesabaran dan keikhlasan hatinya | Aku mencintainya dengan melihat agamanya,bukan fisikalnya | Aku mencintainya dengan sebentuk cinta yang ku punya | Aku mencintainya,tanpa melebihi rasa cintaku padaNYA | Aku mencintainya tidak melihat kelebihannya | Aku mencintainya karena kekurangan yang ia miliki | Ku Mencintainya Dan ku ingin Menyempurnakan Hidupku Kelak Bersamanya :)



˚ Yuli Nyu' Zhee Fajrianda˚ڪے~


Senin, 30 September 2013

Di Ujung Jalan

Akhirnya, qT sampai di tahap ini. Posisi yang sebenarnya tak pernah kubayangkan. Saya terhempas begitu jauh dan jatuh terlalu dalam. Kukira langkahku sudah benar. Kupikir anggapanku adalah segalanya. Saya salah, menyerah adalah jawaban yang kupilih; meskipun sebenarnya saya masih ingin memperjuangkanmu.

 

Saya terpaksa berhenti karena tugasku untuk mencintaimu kini telah selesai. Hari-hariku yang tiba-tiba kosong dan berbeda ternyata cukup membawa rasa tertekan. Mungkin, ini berlebihan. Tentu saja kaupikir ini sangat berlebihan karena kamu tak ada dalam posisiku, kamu tak merasakan sesaknya jadi saya.

 

Jika saya punya kemampuan membaca matamu dan mengerti isi otakmu, mungkin saya tidak akan mempertahankan mu sejauh ini. Jika saya cukup cerdas menilai bahwa perhatianmu bukanlah hal yang terlalu spesial, mungkin sudah dari dulu kita tak saling kenal. Saya terburu-buru mengartikan segala perhatian dan ucapanmu adalah wujud terselubung dari cinta. 

 

Bukankah ketika jatuh cinta, setiap orang selalu menganggap segala hal yang biasa terasa begitu spesial dan manis! Saya pernah merasakan fase itu. Saya juga manusia biasa. Kuharap kamu memahami dan menyadari. Saya berhak merasa bahagia karena membaca pesan singkatmu disela-sela dingin malamku. Saya boleh tersenyum karena detak jantungku tak beraturan ketika kamu memberi sedikit kecupan meskipun hanya berbentuk tulisan sebelum tidur ku (y)

 

Jika kamu ingin tahu, saya sesak dalam status yang menyedihkan ini. Saya terkatung-katung sendirian. Meminum asam dan garam, membiarkanmu meneguk hal-hal manis. Begitu banyak yang kulakukan, mengapa matamu masih belum terbuka dan hatimu masih tertutup ragu?

 

Sejak dulu, harusnya tak perlu kuperhatikan kamu sedetail itu. Sejak pertama bertemu, harusnya tak perlu kau cari kontakku dan menghubungi ku dengan begitu lugu. Sejak tahu kehadiranmu, harusnya saya tidak menggubrismu. Mungkin Saya terlalu penasaran, terlalu mengikuti rasa keingintahuanku. Jika dari awal saya tidak mengenalmu, mungkin saya tidak akan tahu rasanya meneteskan air mata di pipi. 

 

Iya. saya bodoh. . . !! Puas????

 

Semua berlalu dan semua cerita harus punya akhir. Ini bukan akhir yang kupilih. tapi responmu membuat ku betul-betul meng"iya"kan semuanya. Seandainya saya bisa memilih cerita akhir, saya hanya ingin mendekapmu, sehingga kau tahu; di sini saya selalu bergetar ketika mendoakanmu..!! 

 

Bye.... :'(