Welcome To My Blog



˚ Kenapa Harus Sibuk Mencari Yang SEMPURNA, Jika Yang SEDERHANA saja bisa Membuat Kita Menjadi SEMPURNA ˚


Aku mencintainya, tanpa melihat kata "SEMPURNA" |Aku mencintainya dengan segala kesabaran dan keikhlasan hatinya | Aku mencintainya dengan melihat agamanya,bukan fisikalnya | Aku mencintainya dengan sebentuk cinta yang ku punya | Aku mencintainya,tanpa melebihi rasa cintaku padaNYA | Aku mencintainya tidak melihat kelebihannya | Aku mencintainya karena kekurangan yang ia miliki | Ku Mencintainya Dan ku ingin Menyempurnakan Hidupku Kelak Bersamanya :)



˚ Yuli Nyu' Zhee Fajrianda˚ڪے~


Selasa, 08 Oktober 2013

Biar waktu yang menjawabnya



Mungkin, dulu aku tak benar-benar mencintaimu, ketika jantungmu berdetak lebih cepat saat bertemu denganku, aku tak merasakan jantungku berdetak dengan hebat ketika bersamamu. Perkenalan kita begitu singkat, pertemuan kita cukup beberapa saat, lalu kau katakan cinta, lalu kau tunjukkan rasa, lalu kau bahagia dengan cinta "instan" yang kita lalui berdua. Ya, aku bahagia, tapi tidak benar-benar bahagia, karena (mungkin) aku tak merasakan perasaan yang sama denganmu, karena (mungkin) aku asal menjawab saja ketika ka memintaku menjadi saru-satunya dalam hidupmu.

Aku tak pernah mempedulikanmu! Aku tak pernah mau tahu kabarmu! Aku hanya bertingkah seolah-olah kau kekasihku, karena masih ada labirin-labirin kosong dihatiku, yang tak mampu terisi olehmu. Ya, kita bertingkah layaknya pasangan kekasih yang sangat bahagia, tapi apa yang ku rasakan? Genggaman tanganmu, kosong! Pelukanmu, semu! Tutur katamu, tak penting bagiku! Senyummu, tak mampu membuat jantungku menderu menggebu! Aku lebih suka menghabiskan waktu dengan pria-pria itu! Bermesraan dengan mereka tanpa kau tahu apa yang ku lakukan dibelakangmu. Sebenarnya, apa yang salah denganku? Sebenarnya, ini salahku atau salahmu?

Awalnya, semua berjalan biasa saja, tapi aku mulai risih dengan tingkah bodoh dan keanehanmu! Aku tak tahan dengan semua hal bodoh yang kau perlihatkan padaku. Aku tak suka caramu mengatakan cinta dengan hal setolol itu! Kenapa kaselalu membuatku marah? Kenapa kautak pernah berusaha menumbuhkan cinta dalam hatiku? Kenapa aku tak bisa mencintaimu walaupun ku tahu kau telah berkorban banyak untukku?

Tapi, Tuhan memang adil, Tuhan berikan ku rasa sakit untuk menyadarkanku dari kesalahanku. Kata putus yang ku lontarkan dengan begitu mudahnya, tanpa tangis tapi penuh tawa ternyata tak selamanya menjadi tawa bagiku. Selang beberapa hari memang semua berjalan normal, tapi aku merasa ada mozaik yang hilang dalam hidupku; kamu yang kutinggalkan dengan sengaja dan dengan kejamnya. Pesan singkatmu, tawa renyahmu, senyummu, kata-kata cintamu, tak ada ada lagi hal-hal manis yang dulu kuanggap seperti sampah itu. Tak ada lagi kamu yang mengisi hari-hariku dengan lelucon bodoh dan tampang tolol itu. Tak ada lagi kamu yang diam-diam mencium pipiku ketika aku sibuk dengan handphone dan laptopku. Aku merasa sendirian. Aku benar-benar merasa kehilangan. Kini, aku semakin percaya bahwa kita baru benar-benar mencintai seseorang ketika kita kehilangan sosoknya, dan hal itu kini terjadi padaku. Tapi aku akan mencoba membuka mata, menata hari-hariku tanpamu, ya tanpamu...!! dan hasilnya
Lihat saja nanti..!!